Kota suci Makkah tidak hanya menjadi pusat ibadah umat Islam, tetapi juga menyimpan lanskap alam yang sarat sejarah. Selain keberadaan Masjidil Haram beserta Kakbah sebagai pusat spiritual dunia Islam, Makkah dikelilingi oleh gunung-gunung yang menjadi saksi perjalanan dakwah Rasulullah SAW sejak masa pra-Islam. Banyak yang tidak menyadari bahwa kehadiran gunung-gunung ini bukan sekadar latar panorama, tetapi merupakan bukti sejarah yang melekat kuat dalam peradaban Islam.
Bagi jutaan jemaah haji maupun umrah, ziarah ke Makkah sering kali terfokus pada pelaksanaan ibadah utama. Padahal, mengenal gunung-gunung yang mengelilingi Masjidil Haram dapat memperkaya pemahaman sejarah dan meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah. Setiap gunung memiliki kisah, kejadian besar, dan simbolisme yang berhubungan dengan perjuangan Nabi Muhammad SAW serta umat Islam dalam mempertahankan tauhid.
Artikel ini merangkum tujuh gunung bersejarah yang mengelilingi kawasan Masjidil Haram, lengkap dengan kisah penting dan peran setiap gunung dalam perjalanan dakwah dan sejarah Islam.
Baca Juga: 6 Destinasi Wisata Sejarah Makkah Paling Banyak Dikunjungi Jamaah Haji dan Umroh
Gunung Abu Qubais – Gunung Tertua yang Menyimpan Hajar Aswad
Gunung Abu Qubais merupakan salah satu dari deretan gunung paling terkenal di Makkah. Terletak di sebelah timur Masjidil Haram, gunung ini kerap disebut sebagai gunung pertama yang muncul di muka bumi. Julukan tersebut tidak hanya menegaskan kedudukannya dalam literatur sejarah, namun juga memberi kesan bahwa Abu Qubais adalah penjaga pertama kota suci.
Pada masa pra-Islam, gunung ini dijuluki Al-Amin atau “yang dapat dipercaya”. Nama tersebut melekat karena diyakini bahwa Hajar Aswad pernah disimpan di gunung ini setelah banjir besar pada masa Nabi Nuh AS. Kisah ini menunjukkan bagaimana Abu Qubais menjadi tempat penyimpanan benda suci yang kelak kembali ke Kakbah dan menjadi bagian penting dari ritual thawaf.
Saat naik ke puncaknya, pengunjung dapat menyaksikan hamparan Masjidil Haram, deretan hotel, dan pembangunan modern di pusat kota Makkah. Bagi sebagian peziarah, merenung di puncaknya menghadirkan nuansa spiritual yang mendalam, seolah dapat melihat jejak sejarah berabad-abad yang seakan hidup kembali.
Gunung Khandama- Panorama Makkah dari Sudut Tertinggi
Di belakang Abu Qubais terdapat Gunung Khandama, salah satu titik tertinggi yang memandang langsung ke kawasan Masjidil Haram. Gunung ini menjadi saksi perubahan besar Makkah dari waktu ke waktu, dari perkampungan sederhana hingga menjadi kota modern dengan fasilitas hotel raksasa dan pusat perbelanjaan.
Khandama juga dikenal sebagai salah satu lokasi favorit bagi fotografer atau pengunjung yang ingin mengabadikan keindahan lanskap Makkah. Dari sudut pandang yang tertata alami, terlihat dengan jelas bagaimana Masjidil Haram menjadi pusat peradaban dan aktivitas ibadah yang tidak pernah sepi.
Perpaduan panorama alam dan peninggalan sejarah menjadikan Gunung Khandama memiliki nilai yang unik—bukan hanya wisata spiritual, tetapi juga wisata edukasi dan dokumentasi sejarah perkembangan kota suci.
Gunung Quaiqian (Jabal Hindi) – Saksi Perang Suku
Gunung Quaiqian atau disebut juga Jabal Hindi berada di sisi barat Masjidil Haram. Nama “Quaiqian” berasal dari bunyi dentingan pedang saat terjadi pertempuran besar antara suku Jurhum dan Katura di masa lampau. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Makkah bukan hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga menjadi arena penting perebutan kekuasaan dan pengaruh antar suku Arab sebelum datangnya Islam.
Kini kawasan di sekitar gunung ini telah berkembang menjadi area perkotaan yang ramai. Meski demikian, kisah historisnya tetap hidup dalam cerita masyarakat setempat dan literatur sejarah yang menegaskan identitas Makkah sebagai kota yang memiliki dinamika sosial dan politik sejak berabad-abad lalu.
Jabal Nur – Sumber Cahaya Wahyu Pertama
Tidak jauh dari pusat kota, sekitar 7 km timur laut Makkah, berdiri Jabal Nur—gunung yang namanya begitu terkenal di seluruh dunia Islam. Di atas gunung ini terdapat Gua Hira, tempat Rasulullah SAW menerima wahyu pertama dari malaikat Jibril berupa ayat-ayat surah Al-‘Alaq. Peristiwa monumental ini menandai dimulainya kenabian dan menjadi titik balik sejarah dunia.
Pendakian menuju Gua Hira bukan hal mudah. Jalurnya berbatu dan cukup curam, namun setiap tahun ribuan peziarah rela mendaki untuk merasakan kedekatan spiritual dan mengenang salah satu momen terbesar dalam sejarah Islam. Dari lereng Jabal Nur, pemandangan Makkah terlihat luar biasa, seolah menjadi saksi bagaimana cahaya wahyu menyebar ke seluruh dunia dari sebuah gua kecil di puncak gunung.
Gunung Tsur – Persembunyian Hijrah Rasulullah SAW
Gunung Tsur atau Jabal Tsur terletak sekitar 3 km selatan Kakbah. Gunung ini terkenal karena kisah hijrah Rasulullah SAW bersama sahabatnya Abu Bakar As-Shiddiq dari Makkah menuju Madinah. Di lereng gunung inilah terdapat Gua Tsur, tempat mereka bersembunyi selama tiga hari saat dikejar oleh para pemburu dari Quraisy.
Dalam riwayat disebutkan bahwa Allah melindungi Rasulullah SAW dan Abu Bakar dengan cara menutup pintu gua menggunakan sarang laba-laba dan burung yang bertelur, sehingga memberi kesan bahwa gua tersebut sudah lama tidak dimasuki manusia. Kisah ini menjadi simbol pertolongan dan perlindungan Ilahi serta strategi bijaksana dalam dakwah Islam.
Jabal Omar – Dari Bukit Bersejarah Menjadi Pusat Modern
Berbeda dengan gunung lainnya, Jabal Omar kini telah menjelma menjadi kawasan modern yang menjadi pusat pengembangan infrastruktur Makkah. Berlokasi di sebelah barat Masjidil Haram, Jabal Omar membentang dari daerah Al-Shabika hingga Al-Misfalah dan kini dipenuhi hotel berbintang, apartemen, serta pusat perbelanjaan.
Namun, nama “Jabal Omar” tetap dilestarikan sebagai bagian dari identitas geografis Makkah. Transformasinya dari bentang alam berbukit menjadi pusat layanan ibadah menunjukkan bagaimana Makkah terus beradaptasi untuk melayani jutaan jemaah dari seluruh dunia.
Gunung Thabir – Gunung Pengorbanan Nabi Ibrahim AS
Gunung Thabir terletak di sebelah timur Makkah, berhadapan langsung dengan Jabal Nur. Dalam tradisi Islam, gunung ini dipercaya sebagai tempat di mana kambing hitam dikirim sebagai pengganti Nabi Ismail AS pada peristiwa pengorbanan yang diuji kepada Nabi Ibrahim AS. Kisah ini menjadikan Gunung Thabir memiliki makna ketaatan, pengorbanan, dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah.
Hingga kini, gunung ini masih dikenal di kalangan masyarakat Makkah dan sering menjadi rujukan sejarah dalam berbagai kisah sirah nabawiyah.
Penutup
Ketujuh gunung yang mengelilingi Masjidil Haram bukan hanya membentuk lanskap geografis, tetapi menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah Islam. Setiap gunung membawa cerita, peristiwa besar, dan makna simbolik yang dapat menambah wawasan serta kekhusyukan dalam beribadah.
Bagi jemaah haji maupun umrah, memahami sejarah gunung-gunung ini tidak hanya memperkaya pengalaman spiritual, tetapi juga membuka jendela baru tentang bagaimana Makkah berkembang sebagai pusat budaya, peradaban, dan keimanan dunia Islam sepanjang zaman.
Sebagai agen biro perjalanan umroh Jakarta, Rawda Travel menawarkan berbagai pilihan paket untuk Anda, termasuk paket umroh hemat dan paket umroh plus Turki dan umroh plus Dubai. Rawda Umroh telah memiliki izin resmi dan melayani berbagai jamaah dari seluruh Indonesia. Testimoni positif yang diterima oleh Rawda adalah bukti dari kepercayaan dan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.
Baca Juga: Ide 5+ Bisnis Umroh Paling Menggiurkan
Tulisan terkait:
- Spot Foto Umroh Wajib Capture: Mengabadikan Momen Istimewa di Tanah Suci
- Apa Isi Dalam Ka'bah? Berikut 8 Bagian pentingnya
- 10 Rekomendasi Hotel Dekat Masjidil Haram, Cuman Jalan Kaki!
- Tips dan Trik Bagi Calon Jemaah Haji dan Umroh agar Terhindar dari Hipertensi
- Apa saja obat yang harus dibawa para jemaah ketika berhaji?
- Sejarah Madain Saleh, Kota Kuno di Arab Saudi yang Dianggap Terkutuk
- Aturan dan Panduan dalam Mengabadikan Momen di Masjidil Haram dengan Berfoto
- Ketahui Etika Dan Adab yang Harus Diterapkan Ketika Bertemu Dengan Jamaah Haji Lain
- Inilah 11 ide bisnis halal yang dianjurkan!
- Mampir ke Turki? Berikut 25+ Kuliner Turki yang Wajib Dicoba, Dijamin Enak!