Biografi Umar bin Khattab: Khalifah tegas nan Adil

Biografi Umar bin Khattab: Khalifah tegas nan Adil

Berbeda dengan khalifah sebelumnya, Abu Bakar, Umat Bin Khattab lahir di Mekkah tahun 585 yang merupakan khalifah kedua umat Islam.

Dia dipilih menjadi Dewan Madina untuk menggantikan Nabi Muhammad pada tahun 632. Tapi, beliau sangat menghormati Abu Bakar sebagai orang yang lebih tua, dan memilih Abu Bakar sebagai khalifah yang lebih senior.

Abu Bakar adalah seorang penjaga sapi dengan gaji kecil, namun tetap menenangkan dan rendah hati. Sebelum masuk Islam, Umar dikenal dengan seorang pemarah yang menakutkan, ia juga seorang pemabuk berat.

Umar Bin Khattab awalnya tidak pernah setuju dengan gagasan yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Dia berasal dari klan Adi, dari suku Quraisy yang mendominasi di Mekkah.

Ia masuk islam, lalu menjadi sahabat Nabi Muhammad, lalu menemani Nabi Muhammad untuk hijrah ke Madinah untuk menghindari penindasan.

Biografi Umar Bin Khattab Kehidupan Awalnya

Umar menghabiskan separuh hidupnya dalam masyarakat pra-Islam (Jahiliyah), dan tumbuh dewasa seperti teman sebayanya dari suku Quraisy.

Umar sangat unggul di antara teman-temannya, ia cepat sekali belajar membaca. Dia juga memiliki masa kecil yang keras, karena tidak memiliki kekayaan dan harta.

Ayahnya memaksa Umar mengurus unta-unta dengan kasar, hal ini tentu memberikan efek negatif kepada Umar sepanjang hidupnya.

Umar juga sangat mahir dalam bidang olahraga, seperti gulat dan berkuda. Dia jug amenyukai puisi, dimana pada masa tersebut bangsa Arab sangat menghargai karya-karya puisi dan penyair.

Dia akan bersemangat untuk menghadiri pasar besar Arab seperti Ukaz, Mijannah, dan Dhu al-Majaz, di mana dia akan memanfaatkan kesempatan untuk terlibat dalam perdagangan dan mempelajari sejarah Arab, serta pertempuran dan kontes yang telah terjadi di antara suku-suku.

Selain itu, dia terlibat dalam perdagangan untuk mendapat keuntungan. Dari sini, ia menjadi salah satu orang kaya Makkah.

Dia menjadi kenal dengan banyak orang di negara-negara yang dia kunjungi untuk tujuan perdagangan.

Dia melakukan perjalanan ke Suriah pada musim panas dan Yaman pada musim dingin. Dengan demikian, dia menduduki posisi yang menonjol dalam masyarakat Makkah selama era pra-Islam.

Baca juga: Biografi Abu Bakar Ash Siddiq : Sahabat Rasulullah yang Penuh Kebaikan

Biografi Umar Bin Khattab Perjalanannya Kepada Islam

Sebelum masuk Islam, Umar Bin Khattab menentang Islam bahkan berencana akan membunuh Nabi Muhammad. Ia sangat keras kepala dan kejam.

Ketika Umar masuk Islam, dia memahami keindahannya dan sifat sejatinya, dan dia mengakui perbedaan besar antara petunjuk dan kesesatan, kekafiran dan iman, kebenaran dan kebohongan.

Diawali dengan adanya sekelompok kecil umat Muslim bermigrasi ke Abysinia, yang membuat Umar khawatir akan suku Quraisy yang terancam akan kehadiran kelompok umat Muslim tersebut.

Ia hendak membunuh Nabi Muhammad. Saat perjalanannya membunuh Nabi Muhammad ke rumahnya, UMar bertemu dengan sahabat karibnya, Nuaim bin Abdullah yang telah duluan masuk Islam, tetapi tidak memberitahu Umar.

Setibanya di rumahnya, Umar menemukan saudara perempuannya, Fatimah, dan iparnya, Saeed bin Zaid, sedang membaca ayat-ayat Quran dari Surah Taha (Surah ke-20 dari Quran).

Dia mulai bertengkar dengan iparnya. Ketika saudara perempuannya datang untuk menyelamatkan suaminya, dia juga mulai bertengkar dengan Umar.

Namun, mereka mengatakan: “kamu mungkin membunuh kami, tetapi kami tidak akan menyerah pada Islam”.

Mendengar kata-kata ini, Umar memukul saudara perempuannya dengan keras sampai dia jatuh ke tanah sambil berdarah dari mulutnya.

Ketika dia melihat apa yang dilakukannya terhadap saudara perempuannya, dia merasa bersalah dan meminta saudara perempuannya untuk memberikannya apa yang sedang dia baca.

Saudara perempuannya menjawab dengan menolak dan berkata “Kamu najis, dan tidak ada orang najis yang boleh menyentuh Alkitab.”

Umar pun pergi menemui Rasulullah, tapi bukan untuk membunuh Nabi Muhammad. Ia pergi ke Darul Arqam, tempat Nabi Muhammad berkumpul dengan para sahabatnya.

Kedatangan Umar membuat orang-orang panik dan ketakutan, namun Nabi Muhammad tetap membukakan pintu untuknya. Umar pun mengutarakan keinginannya untuk memeluk Islam.

Beliau pun mengucapkan kalimat syahadat. Keislaman Umar pun disambut dengan bahagia oleh Rasulullah dan para sahabat dengan bertakbir.

Baca juga: Sejarah Kota Thaif dan Kisah Perjuangan Dakwah Nabi Muhammad 

Umar Bin Khattab Sebagai Khalifah Kedua

Setelah sepeninggalan Abu Bakar As Siddiq, Umar Bin Khattab menjadi khalifah selanjutnya dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 634.

Umar bin Khattab terkenal dengan kualitas kepemimpinannya yang luar biasa dan keadilan dalam pengambilan keputusan.

Kontribusinya dalam menjaga kestabilan dan keadilan selama kepemimpinan Abu Bakar membuatnya dihormati di kalangan umat Islam.

Kualitas kepemimpinan inilah yang membuatnya menjadi kandidat yang kuat untuk dipilih sebagai Khalifah.

Para sahabat Nabi Muhammad SAW, yang merupakan generasi terdekat dan paling berpengaruh dalam Islam, mengakui kemampuan dan kepemimpinan Umar.

Dukungan dan pengakuan dari para sahabat, seperti Ali bin Abi Thalib, Uthman bin Affan, dan sahabat lainnya, memberikan legitimasi dan kepercayaan kepada Umar sebagai pemimpin yang layak.

Pemerintahan pada masa Khalifah Umar bin Khattab (634–644 M) dikenal sebagai salah satu periode keemasan dalam sejarah Islam.

Kepemimpinannya ditandai oleh ketegasan, keadilan, dan perluasan wilayah Islam

Umat Bin Khattab segera melanjutkan ekspansi negara Islam. Dimulai dari Semenanjung Arab, lalu sampai di kekaisaran Byzantium dan Sassanid.

Abu Bakar, yang mengirim veteran perang Khalid Ibn al-Walid untuk menyerang dan mengalahkan pasukan Sassanid di Firaz, memperkirakan invasi dari salah satu dari dua kekaisaran itu.

Umar menyusun rencana-rencananya, memenangkan kontrol atas pedesaan dan kemudian benteng penting Byzantium, Damaskus, pada tahun 634.

Kaisar Byzantium Heraclius tidak mengharapkan serangan dari selatan. Pasukannya baru saja mengalahkan Kekaisaran Sassanid di timur pada tahun 628 dalam konflik yang melelahkan yang berlangsung lebih dari dua setengah dekade.

Selain itu, merebut Levant sangat penting secara strategis bagi umat Muslim, karena merupakan pintu gerbang ke Mesopotamia dan Maghreb.

Baca juga: Mengenal Gua Tsur: Persembunyian Nabi Muhammad dan Abu Bakar

Penghargaan Umar Bin Khattab

Khalifah kedua menyebut dirinya sebagai ‘pemimpin kaum beriman’, dan dia benar-benar menjadi seorang pemimpin yang hebat. Berikut keberhasilan Umar Bin Khattab dalam perjuangannya menegakkan Islam:

1. Pembentukkan Negara Sejahtera

Di bawah pemerintahan Umar, kota-kota yang telah dirampas telah ditaklukkan kembali, disalurkan kepada kaum miskin di Madinah.

Pajakmenjadi rendah (bahkan bagi non-Muslim) dan Umar memberikan perdagangan bebas di seluruh khilafah.

Umar mengembangkan sistem pajak yang adil untuk mendukung kebutuhan negara.

Pajak dikenakan secara proporsional, dan pendapatan negara digunakan untuk kepentingan umum, termasuk pembangunan infrastruktur dan program kesejahteraan sosial.

2. Ekspansi Wilayah

Pada masa pemerintahan Umar, wilayah Islam meluas secara signifikan melalui kampanye militer yang sukses.

Kemenangan di wilayah Suriah, Mesir, dan Persia memperluas kekuasaan Islam.

Meskipun ekspansi teritorial terjadi, Umar menekankan pada pemeliharaan hak-hak dan kebebasan individu di wilayah-wilayah yang baru ditaklukkan.

3. Pendidikan dan Ajaran Islam

Pada tahun 639, Umar membuat Kalender Islam atau Hijriyah, yang dimulai dari hijrah paksa Muhammad ke Madinah dari Mekah pada tahun 622.

Kalender ini memiliki dua belas bulan, tetapi sekitar sepuluh hari lebih sedikit daripada Kalender Julian. Dia juga menciptakan budaya studi seputar Al-Qur’an dan mengembangkan sunnah.

Umar juga mempromosikan pendidikan dan menyadari pentingnya pengetahuan dalam masyarakat.

Ia mendirikan sekolah-sekolah dan madrasah-madrasah untuk meningkatkan literasi dan pengetahuan agama di kalangan umat Islam. Pendidikan menjadi faktor penting dalam pemeliharaan nilai-nilai Islam.

4. Kesederhanaan dan hirarki

Umar menunjukkan kalau dia bukanlah seorang tiran, menggambarkan dirinya sebagai seorang petani saat kedatangannya di Yerusalem.

Dia juga mendirikan pemimpin provinsi dan penguasa komunitas individu dalam sistem hirarki yang terstandarisasi.

5. Toleransi dan Perlindungan Hak Minoritas

Umar bin Khattab dikenal karena sikap toleransinya terhadap non-Muslim dan perlindungannya terhadap hak-hak minoritas.

Sebagai contoh, “Ahl al-Dhimma,” yaitu komunitas non-Muslim yang hidup di wilayah Islam, diberikan perlindungan dan hak-hak tertentu. Umar memastikan bahwa hak-hak minoritas dihormati dan dilindungi.

Baca juga: Mengenal Gua Hira: Tempat Turunnya Wahyu Pertama kepada Nabi Muhammad SAW

Meninggalnya Umar Bin Khattab

Semakin sukses khalifah Umar bin Khattab memerdekan negara-negara di dunia, ada saja para musuh Islam yang merasa iri dan dendam kepada Umar, terutama kaum Yahudi dan Persia. Mereka berencana untuk membunuh Umar.

Suatu Subuh, 25 Dzulhijah tahun 23 Hijriah, saat Umar sedang Shalat mihrab di Masjid, ia diserang oleh Abu Lu’lu’ah Fairuz. Ia merupakan budak yang awalnya beragama Majusi dan tinggal di Romawi.

Abu Lu’lu’ah menggunakan belati dengan dua mata untuk menikam Umar sebanyak tiga atau enam kali. Salah satu tusukannya mendarat di bawah pusar hingga urat-urat dalam perut Umar terputus.

Akibat tusukan itu, Umar jatuh tersungkur. Namun, sebelumnya, Umar sempat menyuruh Abdurrahman bin Auf untuk melanjutkan menjadi imam salat.

Abu Lu’lu’ah melarikan diri ke belakang dan terus menikam siapa pun yang berada di jalannya.

Namun, ada seseorang menyadari arah larinya, yang kemudian melemparkan mantel ke arah Abu Lu’lu’ah. Sebelum dihukum, orang yang menyerang Umar bin Khattab tersebut memutuskan bunuh diri.

Peristiwa tersebut menyebabkan 13 orang terluka dan 6 orang meninggal.

Umar mati syahid pada hari Rabu, bulan Dzulhijjah tahun 23 H, setelah memimpin sebagai khalifah selama 10 tahun 6 bulan.

Kekhalifahan Umar dilanjutkan oleh Utsman.

Keteladanan Umar bin Khattab yang Bisa Ditiru

Sebagai salah satu sahabat Nabi Muhammad saw. sekaligus khalifah kedua dalam sejarah Islam, Umar bin Khattab menunjukkan berbagai keteladanan. Berikut keteladanan Umar bin Khattab yang bisa menjadi inspirasi bagi umat Islam.

1. Sikap Loyalitas yang Kuat

Umar bin Khattab adalah seorang yang setia dan loyal kepada Islam. ia berjuangan membantu Nabi Muhammad dan sahabat lainnya dalam menyebarkan dakwah ajaran Agama Islam.

Ia sangat menghormati Rasulullah dan tekun mempelajari ajaran-ajaran Islam. Ia selalu taat beribadah kepada Allah, dengan kesadaran tinggi bahwa Allah selalu hadir di sampingnya di setiap aspek kehidupannya.

2. Pemberani dan Kuat Berjuangan Menegakkan Kebenaran

Umar bin Khattab adalah seorang pemberani dan kuat menegakkan kebenaran. Ia akan selalu memperjuangkan apa yang dianggapnya adalah jalan yang benar.

Ia tidak pernah gentar mengambil tindakan tegas dan berani menghadapi sesgala tantangan apapun yang dapat mengancam keberlangsungan Islam.

3. Peduli dan Penuh Tanggung Jawab

Umar bin Khattab sadar, sebagai khalifah penerus Abu Bakar, ia bertanggung jawab penuh atas amanahnya untuk memerintah Arab pada saat itu.

Ia tidak ragu untuk berkeliling kota untuk memastikan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Penutup

Segera wujudkan impian Anda untuk melaksanakan Umrah di kota suci dengan layanan terbaik bersama Travel Umroh Rawda. Nikmati pengalaman ibadah yang berkesan dan nyaman.

Manfaatkan juga Promo Travel Umrah Rawda eksklusif kami! Dapatkan fasilitas dan pelayanan terbaik dengan harga mulai dari 24,9 juta.

Buat Anda yang ingin menjelajahi keindahan destinasi wisata unggulan di Turki bisa dengan Promo Umrah Plus Turki. Temukan pengalaman perjalanan yang penuh makna dan berkesan bersama kami!

Share the Post:

Baca Juga: 

Umroh Plus Turki

Harga Umroh Plus Turki

Paket Umroh Plus Turki 2024

Paket Umroh Plus Turki Cappadocia

Umroh Jakarta

Tentang Rawda Umroh

Artikel Umroh