Makkah merupakan salah satu kota paling bersejarah dan paling dimuliakan dalam ajaran Islam. Kota ini menjadi saksi awal berkembangnya peradaban Islam berkat risalah yang dibawa oleh Rasulullah SAW melalui turunnya wahyu Al-Qur’an. Tidak mengherankan bila sepanjang tahun, Makkah tak pernah sepi dari kedatangan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia.
Setiap tahunnya, terutama pada musim haji, jutaan jamaah berkumpul di kota suci ini untuk menunaikan rukun Islam kelima. Selain melaksanakan ibadah, banyak jamaah haji dan umroh yang meluangkan waktu untuk mengunjungi berbagai destinasi bersejarah yang berkaitan erat dengan perjalanan dakwah Rasulullah SAW.
Ziarah ini tidak hanya memperkaya wawasan sejarah, tetapi juga menguatkan spiritualitas karena setiap tempat menyimpan kisah mendalam yang menggugah iman.
Beragam lokasi bersejarah di Makkah menjadi saksi penting perjuangan Rasulullah—mulai dari tempat menerima wahyu pertama, lokasi persembunyian dari kejaran musuh, hingga tempat berlangsungnya bai’at penting yang mengubah arah peradaban Islam.
Berikut adalah beberapa destinasi wisata sejarah di Makkah yang paling banyak dikunjungi jamaah haji dan umroh.
Baca Juga: Ide 5+ Bisnis Umroh Paling Menggiurkan
1. Jabal Nur
Jabal Nur adalah salah satu gunung bersejarah yang sangat terkenal di Makkah. Lokasinya berada sekitar 7 kilometer dari Masjidil Haram. Di gunung inilah terdapat Gua Hira, tempat yang sangat penting karena menjadi lokasi Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui malaikat Jibril.
Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 200 meter, dan untuk mencapai puncaknya jamaah harus menaiki anak tangga yang cukup banyak dan terjal. Meski perjalanan menuju puncak memerlukan tenaga ekstra, banyak jamaah merasa perjalanan ini sangat berharga karena dapat mengunjungi gua bersejarah yang menjadi titik awal kerasulan Nabi Muhammad SAW.
Gua Hira memiliki ukuran yang tidak terlalu besar—hanya cukup untuk beberapa orang. Bentuknya memanjang dan hanya dapat dilalui satu orang secara bergantian. Tempat ini dulunya menjadi lokasi Rasulullah SAW mengasingkan diri dari hiruk pikuk masyarakat Makkah yang masih berada dalam masa jahiliyah, sekaligus tempat beliau melakukan perenungan mendalam sebelum menerima wahyu pertama berupa surat Al-‘Alaq ayat 1–5.
Berziarah ke Jabal Nur memberikan pengalaman spiritual yang mendalam. Banyak jamaah merasakan ketenangan dan kekaguman membayangkan perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan ajaran Islam.
2. Pemakaman Ma’la
Sekitar 1 kilometer dari Masjidil Haram terdapat sebuah tempat pemakaman umum bernama Ma’la atau Jannatul Ma’la. Pemakaman ini merupakan salah satu lokasi bersejarah yang sering dikunjungi jamaah karena menjadi tempat peristirahatan terakhir para keluarga Nabi dan sahabat-sahabat mulia.
Di antara tokoh penting yang dimakamkan di Ma’la adalah:
- Sayyidah Khadijah RA, istri pertama Rasulullah sekaligus wanita pertama yang beriman kepada beliau.
- Qasim dan Abdullah, dua putra Nabi Muhammad SAW dari Sayyidah Khadijah.
- Para sahabat seperti Abdullah bin Zubair dan Abdullah bin Umar.
Pemakaman Ma’la juga menjadi tempat pemakaman bagi warga Makkah maupun jamaah yang meninggal dunia saat melaksanakan ibadah haji atau umroh. Tempat ini selalu ramai dikunjungi jamaah dari berbagai negara yang ingin mendoakan para ahli kubur serta mengenang keteladanan mereka dalam berjuang bersama Rasulullah.
Meskipun suasana pemakaman terasa sederhana, nilai sejarah dan spiritual di Ma’la begitu tinggi, sehingga membuat jamaah merasa lebih dekat dengan perjuangan para pendahulu Islam.
3. Jabal Rahmah
Jabal Rahmah, yang berarti “Bukit Rahmat”, merupakan bukit batu setinggi sekitar 70 meter yang terkenal sebagai tempat bertemunya Nabi Adam AS dan Siti Hawa setelah mereka diturunkan ke bumi dari surga. Kisah ini menjadi salah satu cerita penuh hikmah tentang cinta, kesabaran, dan rahmat Allah.
Pada puncak Jabal Rahmah terdapat sebuah monumen atau tugu berwarna putih sebagai penanda lokasi pertemuan tersebut. Banyak jamaah dari berbagai negara mendaki bukit ini untuk berdoa, memohon ampunan, serta memanjatkan harapan terbaik kepada Allah SWT.
Selain kisah Nabi Adam dan Siti Hawa, Jabal Rahmah juga memiliki nilai sejarah penting bagi umat Islam karena merupakan lokasi turunnya ayat terakhir mengenai kesempurnaan Islam, yaitu QS. Al-Maidah ayat 3. Ayat ini disampaikan kepada Rasulullah SAW saat beliau melaksanakan haji wada’ (haji perpisahan).
Tempat ini menjadi salah satu titik paling berkesan bagi jamaah karena mengandung pesan tentang penyempurnaan iman dan keteguhan dalam menjalankan ajaran Islam.
4. Gua Tsur
Gua Tsur terletak di puncak Jabal Tsur, sebuah gunung yang berada sekitar 7 kilometer dari Masjidil Haram menuju arah Thaif. Gunung ini memiliki tiga puncak yang saling berdekatan, dan gua bersejarah tersebut berada di puncak ketiga.
Gua Tsur menjadi saksi penting perjalanan hijrah Rasulullah SAW bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq dari Makkah menuju Madinah. Dalam peristiwa tersebut, Rasul dan sahabat terdekatnya bersembunyi dari pengejaran kaum Quraisy yang berusaha menggagalkan hijrah.
Kisah keajaiban di Gua Tsur sangat terkenal, salah satunya ketika Allah melindungi mereka dengan membuat sarang laba-laba dan sarang burung merpati di pintu gua, sehingga musuh mengira gua tersebut tidak dimasuki siapa pun. Kisah ini menunjukkan betapa besar pertolongan Allah kepada hamba-Nya yang beriman.
Untuk mencapai Gua Tsur, jamaah perlu mendaki cukup jauh dengan medan yang lebih terjal dibandingkan Jabal Nur. Namun banyak jamaah tetap berkunjung untuk mengenang perjuangan Rasulullah saat menyelamatkan Islam pada masa-masa awal dakwah.
5. Masjid Bai’ah
Masjid Bai’ah terletak di kawasan Mina, kurang lebih 7 kilometer dari kota Makkah. Masjid ini menjadi salah satu tempat penting dalam sejarah dakwah Islam karena di sinilah terjadi peristiwa Bai’at Aqabah.
Pada tahun ke-12 kenabian, Rasulullah SAW bertemu dengan 12 laki-laki dari Madinah yang berasal dari suku Aus dan Khazraj. Di pertemuan itu, mereka berbaiat untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta berkomitmen untuk membantu dan melindungi Nabi dari segala ancaman.
Peristiwa Bai’at Aqabah menjadi titik balik penting bagi perkembangan Islam karena setelah bai’at ini, Rasulullah mendapatkan dukungan kuat dari penduduk Madinah, yang kemudian menjadi awal terbentuknya negara Islam pertama di Yatsrib (Madinah).
Masjid Bai’ah kini menjadi salah satu destinasi ziarah yang banyak dikunjungi jamaah haji dan umroh untuk mengenang momen bersejarah tersebut.
6. Sumur Zamzam
Di dekat Ka’bah, sekitar 20 meter dari Hajar Aswad, terdapat Sumur Zamzam, salah satu sumber air paling terkenal di dunia Islam. Mulut sumur Zamzam berada kurang lebih 1,56 meter di bawah area thawaf. Jamaah yang ingin melihat sumur ini secara langsung bisa turun melalui tangga yang dulu tersedia di dekat area tersebut.
Air Zamzam telah ada sejak masa Nabi Ismail AS, ketika Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk meninggalkan istrinya, Siti Hajar, dan anaknya di lembah Makkah yang tandus. Ketika Siti Hajar berlari antara bukit Safa dan Marwah untuk mencari air, Allah memancarkan mata air Zamzam melalui hentakan kaki Nabi Ismail kecil.
Karena kisah inilah, air Zamzam dianugerahi keberkahan yang sangat besar. Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa Zamzam adalah air terbaik di muka bumi, dan banyak jamaah yang meminumnya sambil berdoa dengan penuh harap.
Sumur Zamzam hingga kini tidak pernah kering meski setiap hari jutaan liter air dipompa untuk jamaah dari seluruh dunia. Keistimewaan ini menjadikan Zamzam sebagai salah satu destinasi wajib dan sangat istimewa saat berada di Masjidil Haram.
Penutup
Makkah bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga kota penuh sejarah yang menggambarkan perjalanan panjang dakwah Rasulullah SAW. Mengunjungi tempat-tempat bersejarah seperti Jabal Nur, Ma’la, Jabal Rahmah, Gua Tsur, Masjid Bai’ah, dan Sumur Zamzam memberi kesempatan bagi jamaah untuk merenungkan kembali perjuangan para pendahulu Islam.
Setiap sudut kota suci ini menyimpan kisah yang tidak ternilai tentang kesabaran, perjuangan, dan iman. Dengan mengunjungi destinasi-destinasi tersebut, jamaah haji dan umroh dapat memperkaya pengetahuan sejarah sekaligus memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT dan Rasul-Nya.
Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menjadi panduan ziarah bagi siapa pun yang berniat mengunjungi kota suci Makkah.
Sebagai agen biro perjalanan umroh Jakarta, Rawda Travel menawarkan berbagai pilihan paket untuk Anda, termasuk paket umroh hemat dan paket umroh plus Turki dan umroh plus Dubai. Rawda Umroh telah memiliki izin resmi dan melayani berbagai jamaah dari seluruh Indonesia. Testimoni positif yang diterima oleh Rawda adalah bukti dari kepercayaan dan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.
Baca Juga: Jaga 5 Amalan Bulan Rajab Ini untuk Raih Keberkahan
Tulisan terkait:
- Ketahui Etika Dan Adab yang Harus Diterapkan Ketika Bertemu Dengan Jamaah Haji Lain
- Mengenal Tahallul Simbol Penutup Ibadah Haji dan Umroh
- Tugas dan Fungsi Kementerian Haji dan Umroh: Memberikan Layanan Ibadah yang Sempurna
- Melaksanakan Umroh Sebelum Pergi Haji, Apa hukum Umroh Sebelum Pergi Haji?
- Spot Foto Umroh Wajib Capture: Mengabadikan Momen Istimewa di Tanah Suci
- Tips dan Trik Bagi Calon Jemaah Haji dan Umroh agar Terhindar dari Hipertensi
- Apa Isi Dalam Ka'bah? Berikut 8 Bagian pentingnya
- 30+ Contoh Ucapan Titip Doa Umroh
- 10 Rekomendasi Hotel Dekat Masjidil Haram, Cuman Jalan Kaki!
- Mengapa umroh dan haji bisa wajib hukumnya bagi mereka yang mampu