Fathu Mekkah

Fathu Mekkah, Makna dan Peristiwa dalam Sejarah Islam

Assalamualaikum Sobat Rawda, Tahukah tentang Fathu Mekkah yang memiliki makna dan merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam? Yuk simak penjelasannya berikut ini tentang kisah Fathu Mekkah membuka pelajaran besar tentang pengampunan, keadilan, dan perubahan di dalam sejarah Islam.

Kota Mekkah terkenal dengan peristiwa Fathu Mekkah yang menandai salah satu babak kisah dari sejarah Islam. Kisah Fathu Mekkah dikenal sebagai peristiwa kembali dalam naungan tauhid. Fathu Mekkah menjadi momen peristiwa yang tidak hanya menggambarkan kemenangan kaum muslimin dalam merebut kembali kota Mekkah namun juga nilai kasih sayang, pengampunan, dan keadilan yang dibawa oleh Islam.

Makna Utama Fathu Mekkah

Sejarah kisah Fathu Mekkah dimulai saat Rasulullah SAW beserta pengikutnya menjalankan puasa sampai waktu berbuka. Rasulullah bersama pasukannya dengan jumlah pasukan sekitar 10 ribuan orang terdiri dari kaum Muhajirin, Anshar, bani Aslam, bani Mazinah, bani Jahinah, bani Gaffan, dan suku – suku lain bergerak menuju Kota Mekkah. Peristiwa ini terjadi pada 10 Ramadhan tahun 8 Hijriah sekitar 630 Masehi.

Sejarah Fathu Mekkah sebelum jauh, mari mengenal pengertian dan maknanya. Secara harfiah Fathu Mekkah memiliki arti pembukaan atau penaklukan Mekkah. Fathu berasal dari bahasa Arab al fathu “Fataha” memiliki arti pembuka atau kemenangan.

Dahulunya kota ini menjadi pusat kesyirikan, kekuasaan Quraisy dan dominasi jahiliyah, akhirnya beralih menjadi simbol keimanan dan tawadhu’.

Fathu Mekkah bukan sekadar kemenangan tentara, melainkan panggilan agar umat Islam memahami bahwa Allah SWT memberikan kemenangan nyata ketika kebenaran ditegakkan dan kezaliman dihapuskan. Momen ini juga menjadi titik balik spiritual di mana kota Mekkah yang sebelumnya penuh dengan berhala dan pertikaian, berubah menjadi tempat keharaman bagi perselisihan dan kekerasan.

Bahkan saat ini Mekkah dikenal sebagai tempat suci pusat penghambaan kepada Allah SWT. Ketika Rasulullah dan para sahabat menuju kota Mekkah di 630 Masehi memiliki tujuan mengembalikan kota Mekkah sebagai kota suci, membersihkan Ka’bah dari kemusyrikan, dan memberi pelajaran bagi kaum kafir Quraisy.

Fathu Mekkah dimaknai sebagai langkah umat Islam untuk menguasai kota suci kembali. Saat tiba di Mekkah Nabi Muhammad SAW dan sahabat juga datang dengan niat tetapi tidak untuk menghancurkan Mekkah.

Baca Juga: Mengenal Manasik Umroh Sebagai Awal Persiapan Tahapan Ibadah

Penyebab Terjadinya Fathu Mekkah

Fathu mekkah terjadi tentunya tidak begitu saja. Salah satu sebab utama adalah pelanggaran oleh kaum Quraisy atas kesepakatan dalam perjanjian Perjanjian Hudaibiyah.

Isi dari perjanjian Hudaibiyah ialah :

1. Genjatan senjata antara kedua belah pihak selama sepuluh tahun.

2. Orang Quraisy Muslim yang datang kepada kaum muslim dengan tanpa izin walinya akan ditolak.

3. Quraisy tidak menolak orang muslim yang kembali kepada mereka.

4. Barang siapa yang hendak membuat perjanjian dengan Muhammad dibolehkan, begitu juga siapa yang hendak membuat perjanjian dengan Quraisy.

5. Kaum muslim tidak melakukan umrah pada tahun saat perjanjian dibuat dan ditangguhkan sampai tahun depan. Pada tahun depan, kaum Muslim memasuki Kota Makkah setelah Quraisy keluar. Kaum Muslim memasuki Kota Makkah tidak diperkenankan membawa senjata, kecuali pedang di dalam sarungnya. Dan mereka tidak boleh tinggal di dalam Kota Makkah lebih dari tiga hari tiga malam.

Dalam perjanjian Hudaibiyah, kaum Quraisy mengingkari dengan membantu Bani Bakr. Kaum Quraisy membantu Bani Bakr menyerang Bani Khuza’ah padahal semestinya ada gencatan senjata.

Bani Bakr melakukan serangan secara mendadak di malam hari pada Bani Khuza’ah. Secara diam – diam kaum Quraisy mengirim bantuan personil dan senjata pada Bani Bakr sehingga datang diantara suku Khuza’ah menghadap Rasulullah serta mengabarkan tentang pengkhianatan kaum kafir Quraisy dan Bani Bakr. Hal inilah yang memunculkan alasan bagi langkah pembebasan Mekkah.

Adanya pengkhianatan dari kaum Quraisy, Rasulullah kemudian memerintahkan para sahabat menyiapkan senjata dan perlengkapan perang. Rasulullah juga mengutus satuan pasukan dan melakukan strategi tersembunyi.

Strategi persiapan yang tersembunyi oleh Nabi Muhammad SAW, yakni pengumpulan pasukan sekitar 10.000 orang dan pembagian ke dalam beberapa divisi untuk memasuki Mekkah dari arah berbeda, juga menunjukkan bahwa Fathu Mekkah merupakan rencana matang bukan sekadar spontanitas.

Saat pasukan Nabi Muhammad SAW memasuki kota Mekkah terjadi perlawanan yang sangat kecil. Umat Islam akhirnya berhasil dalam menguasai kota suci dengan damai. Kemudian Mekkah menjadi negeri Islam.

Maka, penting bagi kita untuk memahami bahwa kemenangan yang dicapai lewat Fathu Mekkah berakar dari kombinasi komitmen moral, strategis, dan spiritual bukan semata soal kekuatan fisik.

Baca Juga: Apakah Boleh Umroh dengan Berhutang? Penjelasannya dalam Islam

Kronologi Fathu Mekkah

Fathu Mekkah

Fathu Mekkah terjadi pada 20 Ramadhan tahun 8 Hijriah sekitar 630 Masehi. Hal ini terjadi ketika Rasulullah mengambil sikiat terhadap pelanggaran perjanjian Hudaibiyah oleh kaum Quraisy.

Awalnya Rasulullah memerintahkan untuk melakukan serangan tersembunyi dengan mengirimkan pasukan besar. Pasukan ini nantinya berangkat ke kota Mekkah.

Saat tiba di Mekkah, kaum Quraisy kawatir dengan serbuan massa yang besar. Kemudian para pembesar Quraisy memintah Abu Sufyan sebagai perwakilan untuk menemui Rasulullah memperbarui perjanjian Hudaibiyah.

Upaya Abu Sufyan tidak membuahkan hasil. Bahkan ketika Abu Sufyan bertemu Rasulullah justru ia memutuskan untuk memeluk agama Islam. Abu Sufyan mendapatkan pesan dari Rasulullah untuk disampaikan kepada seluruh penduduk Mekkah.

Pesan yang harus disampaikan ialah barang siapa yang masuk rumah Abu Sufyan maka akan aman, barang siapa yang menutup pintu rumah maka akan aman, dan barang siapa yang masuk masjidil haram maka akan aman. Dari sini sudah diketahui bahwa tidak akan pembinasaan ketika tidak melakukan perlawanan terhadap pasukan muslim.

Selanjutnya Rasulullah berjalan menuju Masjidl Haram dengan menunggangi onta membawa busur untuk menggulingkan berhala – berhala sekeliling Ka’bah. Dalam Firman Allah dijelaskan bahwa:

جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

Artinya: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.” (Qs. Al-Isra’: 81)

جَاءَ الْحَقُّ وَمَا يُبْدِئُ الْبَاطِلُ وَمَا يُعِيدُ

Artinya: “Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi.” (Qs. Saba’: 49)

Para penduduk Mekkah kemudian bersyahadat dan memeluk Islam. Rasulullah juga menyiarkan pesan untuk para penduduk Mekkah menghancurkan berhala yang ada di rumah masing – masing.

Hikmah Fathu Mekkah

Kejadian Fathu Mekkah memiliki pelajaran yang dapat kita ambil seperti penaklukan Mekkah bukan untuk riya atau sombong, melainkan untuk menegakkan kehormatan Islam setelah adanya pengkhianatan oleh pihak lain. Dalam hal ini hikmah yang didapatkan adalah niat ikhlas karena Allah SWT menjadi fondasi kemenangan yang hakiki.

Hikmah adanya kejadian Fathu Mekkah ialah menunjukkan akhlak dan sikap Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan menuju Mekkah menjadi teladan bahwa akhlak mulia harus menyertai dakwah. Bahkan Rasulullah pun memilih tanpa kekerasan dalam perang agar tidak terjadi pertumpahan darah.

Hikmah lainnya ialah kemenangan yang diraih secara damai dan tanpa balas dendam menunjukkan bahwa sifat pemaaf dan menghapus dendam memiliki tempat penting dalam ajaran Islam dalam peristiwa Fathu Mekkah.

Fathu Mekkah mengajarkan bahwa kebenaran akhirnya akan mengalahkan kebatilan dan menawarkan harapan bahwa perubahan baik selalu memungkinkan atas pertolongan Allah SWT.

Demikian penjelasan terkait dengan Fathu Mekah yang menjadi sejarah Islam. Peristiwa ini merupakan transformasi kota Suci Mekkah menjadi pusat tauhid dan keimanan setelah masa kegelapan jahiliyah.

Semoga pelajaran yang terkandung dalam Fathu Mekkah menginspirasi kita untuk terus menegakkan kebenaran, memperbaiki diri, dan menjaga perdamaian karena sesungguhnya, perubahan besar bisa dimulai dari sikap kecil yang benar di dalam diri kita.

Tertarik mengunjungi kota Suci Mekkah untuk umroh tentunya perlu memilih biro perjalanan umroh yang tepat. Salah satu biro terbaik umroh ialah Umroh Bandung. Biro ini menawarkan perjalanan ke tanah suci dengan fasilitas, layanan, dan profesioalitas yang tidak perlu diragukan lagi.

Anda akan dibantu mulai dari persiapan hingga kepulangan ke Tanah air. Biro umroh memiliki paket pilihan terbaik seperti paket umroh plus Turki Bandung dan paket umroh plus Dubai Bandung.

Tentunya perjalanan Anda akan menyenangkan dan berkesan. Umroh bersama Umroh Bandung inshaAllah mabrur!

Hubungi kami

Cukup Chat Whatsapp

Kami akan memandu Anda dari mulai persiapan, pemberangkatan sampai kepulangan ke Tanah Air nanti.

You cannot copy content of this page