Ibadah Haji tapi punya Hutang, Boleh Gak sih?

Ibadah Haji tapi punya Hutang, Boleh Gak sih?

Jutaan umat islam di seluruh penjuru dunia setiap tahunnya berbondong-bondong pergi ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji, untuk menuntaskan rukum islam kelima.

Haji bisa dibilang sebagai pencapaian spiritual tertinggi dan paling dinantikan sepanjang hidup. Sayangnya untuk menunaikan ibadah satu ini membutuhkan biaya yang besar, sehingga hanya dilakukan jika hanya mampu.

Pertanyaan yang kemudian terlintas adalah, “Bolehkan seseorang menunaikan ibadah haji ketika masih memiliki hutang?”

Pertanyaan ini bukan pertanyaan sederhana, melainkan pertanyaan yang menimbulkan perdebatan di kalangan ulama dan umat islam.

Berikut ini hukum menunaikan ibadah haji jika masih memiliki hutang dilihat dari hadits.

Baca juga: Berapa Liter Air Zamzam yang Boleh Dibawa Pulang Jamaah Umroh?

Hukum Naik Haji tetapi Masih Memiliki Hutang

Haji merupakan kewajiban bagi umat Islam; bahkan menjadi salah satu rukun Islam. Haji adalah ibadah mulia yang sangat penting, menurut Rasulullah sendiri.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah meminta umatnya yang memiliki kemampuan untuk melakukan ibadah haji tetapi banyak yang tidak melakukannya, maka bisa meninggal dalam keadaan non-muslim.

 

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (مَنْ مَلَكَ زَادًا وَرَاحِلَةً تُبَلِّغُهُ إِلَى بَيْتِ اللَّهِ وَلَمْ يَحُجَّ ، فَلَا عَلَيْهِ أَنْ يَمُوتَ يَهُودِيًّا، أَوْ نَصْرَانِيًّا، وَذَلِكَ أَنَّ اللَّهَ يَقُولُ فِي كِتَابِهِ : (وَلِلَّهِ

عَلَى النَّاسِ حِجُّ البَيْتِ مَنْ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا

Artinya: Rasulullah SAW bersabda: Siapa saja yang memiliki bekal dan kendaraan yang dapat mengantarkannya ke baitullah dan ia tidak juga berhaji, maka ia boleh pilih mati sebagai Yahudi atau Nasrani. Allah berfirman dalam Al-Quran: Kewajiban manusia dari Allah adalah mengunjungi Ka’bah bagi mereka yang mampu menempuh perjalanan. (HR A-Tirmidzi dan Al-Baihaqi).
Namun, sebagai persyaratan, seseorang harus membawa bekal pulang dan pergi. Perbekalan pulang dan pergi ini tidak termasuk pembayaran utang yang menjadi tanggungannya.
Ini berlaku baik untuk utang yang harus dilunasi segera maupun yang tidak, menurut penjelasan Imam an-Nawawi.

ويشترط في الزاد ما يكفيه لذهابه ورجوعه فاضلا… عن قضاء دين يكون عليه حالا كان أو مؤجلا

Artinya: Dalam urusan bekal, disyaratkan biaya yang dapat mencukupi kebutuhan pergi dan pulangnya lebih di luar… kebutuhan untuk membayar utang baik yang harus dibayar tunai maupun yang dapat diangsur. (Lihat: Imam an-Nawawi, Al-Idhah fi Manasikil Hajj pada Hasyiyah Ibni Hajar, [Beirut, Darul Fikr: tanpa catatan tahun], halaman: 47).

Beberapa orang mungkin berpikir bahwa utang tidak perlu dilunasi segera, bahkan beranggapan bahwa seseorang yang memiliki keterbatasan dana terbatas harus menggunakannya untuk ibadah haji.

Lebih memilih menggunakan uangnya untuk menunaikan ibadah haji terlebih dahulu, karena merasa bahwa pembayaran utang dapat ditunda.

Sebenarnya tidak ada dasar hukum yang kuat mengenai hal ini. Jadi, bekal haji adalah uang mati seseorang yang digunakan untuk melakukan ibadah haji tanpa tanggungan.

Baca juga: Resiko Memilih Paket Umroh Murahnya Tidak Wajar

Meski pembayaran utang dapat ditunda, seseorang tetap berkewajiban untuk melunasinya dari aset di luar bekal yang dia miliki.

عم لو قيل بذلك في المؤجل لكان له وجه لأن لم يجب إلى الآن والحج إذا تضيق وجب فورا فكان ينبغي وجوب تقديمه عليه وقد يجاب بأن الدين محض حق آدمي أو

له فيه شائبة قوية فاحتيط له لأن الاعتناء به أهم فقدم على الحج وإن تضيق

Artinya: Tetapi seandainya dikatakan ‘pembayaran utang dapat diangsur’ lalu ada pendapat mengatakan, ‘Bila utang tidak wajib hingga kini sementara kewajiban pelaksanaan haji adalah segera, maka seharusnya seseorang mendahulukan haji daripada pembayaran utang,’ maka dapat ditanggapi bahwa utang adalah murni hak manusia atau ada perkara menakutkan yang sangat kuat sehingga harus ihtiyath. Pasalnya, memerhatikan utang lebih penting sehingga pembayaran utang harus didahulukan dibanding haji meski (kesempatan) haji semakin mepet baginya. (Lihat: Syekh Ibnu Hajar, Hasyiyah Ibni Hajar alal Idhah, [Beirut, Darul Fikr: tanpa catatan tahun], halaman: 47-48).

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa baik muslim maupun muslimah wajib melakukan ibadah haji jika mereka memiliki bekal untuk pergi dan pulang tanpa menanggung hutang.

Namun, jika mereka memiliki hutang, mereka harus melunasinya sebelum melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji.

Baca juga: Tips Menunaikan Ibadah Umroh Saat Hamil

Penutup

Segera wujudkan impian Anda untuk melaksanakan Umrah di kota suci dengan layanan terbaik bersama Travel Umroh Rawda. Nikmati pengalaman ibadah yang berkesan dan nyaman.

Manfaatkan juga Promo Travel Umrah Rawda eksklusif kami! Dapatkan fasilitas dan pelayanan terbaik dengan harga mulai dari 24,9 juta.

Buat Anda yang ingin menjelajahi keindahan destinasi wisata unggulan di Turki bisa dengan Promo Umrah Plus Turki. Temukan pengalaman perjalanan yang penuh makna dan berkesan bersama kami!

Share the Post:

Baca Juga: 

Umroh Plus Turki

Harga Umroh Plus Turki

Paket Umroh Plus Turki 2024

Paket Umroh Plus Turki Cappadocia

Umroh Jakarta

Tentang Rawda Umroh

Artikel Umroh